Connection Information

To perform the requested action, WordPress needs to access your web server. Please enter your FTP credentials to proceed. If you do not remember your credentials, you should contact your web host.

Connection Type

Design Engineering with Screw Conveyor - Future Star

Welcome To Future Star Machinery & Equipment International Trade Co., Ltd

Design Engineering with Screw Conveyor

Design Engineering with Screw Conveyor

Screw Conveyor merupakan sebuah peralatan mekanis yang terbilang cukup simple dan hemat dalam pengoperasiannya. Screw Conveyor berfungsi untuk mengangkat bahan dan bulk material. Untuk itu, jika Anda menggunakan Screw Conveyor ini, Anda harus membaca dan memahami terlebih dahulu buku panduan. Sebab jika Anda berperan sebagai pelaku operasi mesin. Anda perlu mengaplikasikan deskripsi buku panduan tentang screw conveyor. Anda dapat memahami setiap komponen dengan baik dan benar. Sehingga dalam menggunakannya, Anda tidak perlu merasa minder. Untuk menghasilkan kinerja yang tepat, Anda harus dapat mengaplikasikan pada aplikasi pekerjaan yang sesuai.

Pada umumnya Screw Conveyor memiliki beberapa bagian, salah satunya screw. Screw kemudian pada sebuah poros yang terdapat pada conveyor. Screw akan bekerja dengan cara berputar mengelilingi palung dan unit penggerak. Bahan dan material bergerak pada sepanjang poros palung.

Palung pada screw conveyor biasanya berbentuk U. Pada bagian palung terdapat pelat penutup yang berfungsi untuk memuat conveyor. Pembuangan di bagian bawah skin yang konturnya bersifat kasar. Bagian ini berfungsi sebagai tempat untuk memuat dan membuang. Oleh karena itu bagian ini terdapa di sepanjang palung. Terdapat lebih dari satu hopper sebagai umpan dan juga hopper pembuangan.

Material granular merupakan sebuah bahan (a conglomeration of discrete solid, macroscopic particles characterized by a loss of energy whenever the particles interact) yang nantinya akan diangkut (biasanya batu bara & batu kapur) dimasukkan ke dalam hopper (a large, inverted pyramidal or conical container used in industrial processes to hold particulate matter) di ujung bawah.

Setelah itu, bahan dan material yang digunakan akan dipindahkan dengan mentransmisi gerakan motor listrik. Namun, posisi Motor listrik harus berada pada ujung pengumpan. Hal ini di lakukan sepanjang palung hampir sama dengan gerakan pergeseran sebuah mur di sepanjang screw yang berputar pada saat mur diam.

Untuk hasil yang sempurna, Anda dapat mengikuti beberapa step untuk penggunaan Screw Conveyor, yaitu :

  • Mempelajari Desain Konveyor Ulir saat ini.
  • Ambil masukan praktis dari industri.
  • Survei literatur.
  • Desain Screw Conveyor menggunakan SOLIDWORKS.
    • Kalkulasi Screw Conveyor pada Design
      Dalam hal ini adalah penerapan pada Screw Conveyor. Kegiatan ini cukup penting begi seorang Kontraktor. Sehingga hasil dapat menyesuaikan dalam menentukan, memilih, kekuatan serta ukuran komponen konveyor.

Shaikh Saheb.,dkk.( 2019). A Review on Design Analysis & Optimization of Screw Conveyor. International Journal of Advanced Engineering &Innovative Technology (IJAEIT);Pg.64 : Vol. 1( 1)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Share:

More Posts

Umur Pakai V-Belt: Kapan Harus Diganti?

Pentingnya Umur Pakai V-Belt V-Belt merupakan salah satu komponen utama dalam sistem transmisi tenaga pada berbagai mesin industri. Meskipun ukurannya relatif kecil, kondisinya sangat berpengaruh

Penyebab dan Cara Mengatasi V-Belt Selip

Fungsi Dasar V-Belt V-Belt merupakan komponen penting dalam sistem transmisi mekanis. Fungsinya adalah menyalurkan tenaga dari satu pulley ke pulley lainnya agar mesin dapat bekerja

Send Us A Message

Email
Email: sales@ptfuturestar.com
WhatsApp
WhatsApp Me
WhatsApp
WhatsApp Me
WhatsApp